Desember 18, 2008

Perencanaan Dalam Koperasi

Perencanaan dalam koperasi

Perencanaan merupakan proses dasar yang sangat penting bagi pelaksanaan proses-proses yang lain, dan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan fungsi manajemen yang lain seperti pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian,dan pengawasan. Kelima fungsi tersebut dalam praktek tidak berdiri sendiri secara terpisah-pisah, melainkan dijalankan secara bersama-sama atau hampir bersamaan.

            Ada bermacam-macam alasan mengapa perencanaan penting untuk dilakukan, karena adanya hal-hal yang tidak pasti di waktu yang akan datang, seperti keadaan ekonomi, politik, sosial maupun budaya yang selalu berubah-ubah. Apabila keadaan diwaktu yang akan datang tidak mengalami perubahan, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah mengambil pola yang paling sesuai dengan keadaan yang sudah pasti tersebut. Tetapi karena keadaan yang selalu mengalami perubahan, maka perlu diadakan perencanaan yang baik agar dapat mengantisipasi perubahan keadaan yang dihadapi di masa yang akan datang. Dengan keadaan yang idak pasti seperti ini, maka sebagai pengurus koperasi harus tajam pandangan dan pendengarannya untuk memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi.

            Selain itu, perencanaan diperlukan untuk penyesuaikan jalan perusahaan dengan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Rencana ditujukan pada suatu titik yang ingin di capai. Jika terjadi penyimpangan dari jalan yang telah ditentukan, pengurus segera mengetahuinya.

Setiap koperasi yang ingin berhasil dalam usahanya harus membuat rencana, adapun langkah-langkah perencanaan tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Menetapkan tujuan suatu perusahaan

2.      Mencari dan meneliti bermacam-macam cara untuk mencapai tujuan organisasi ( mencari beberapa alternatif /cara untuk mencapai tujuan)

3.      Menilai masing-masing alternatif tersebut

4.      menentukan alternatif mana yang akan dipilih di antara beberapa alternatif yang sudah dikaji tersebut

5.      menunjuk orang-orang yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dan seterusnya merinci tanggung jawab dan kekuasaan masing-masing orang yang telah ditunjuk

6.      Mengecek apakah hasil akhir dari operasi perusahaan/organisasi sesuai dengan apa yang telah direncanakan

 

Sementara itu, untuk memilih tipe-tipe perencanaan yang akan digunakan, dapat disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan. Dengan misi yang di emban organisasi koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitarnya maka tujuan akhir inilah yang ingin dicapai, sehingga untuk tujuan tersebut perlu dibuat rencana supaya dapat di capai secara bertahap. Cara lain untuk memilih tipe perencanaan adalah disesuaikan dengan tipe organisasi dan tingkat manajemen. Khusus untuk koperasi di kenal dua manajemen, yaitu manajemen organisasi dan manajemen usaha sehingga dapat digunakan tipe rencana yang berbeda. Manajemen organisasi menggunakan dan membuat rencana strategis sedangkan manajemen usaha membuat rencana yang bersifat opersasional yang sifatnya lebih mendetail.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ingat..!!! Waktu akan terus berjalan.